ESI Terbitkan Buku Community-Driven Social and Environmental Innovation, Merangkum Praktik dan Gagasan Perubahan Berbasis Komunitas
Enviro Strategic Indonesia (ESI) menerbitkan buku bunga rampai berjudul Community-Driven Social and Environmental Innovation sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan gagasan, pengalaman, dan pembelajaran mengenai inovasi sosial dan lingkungan yang tumbuh dari masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
Buku yang diterbitkan pada 2025 ini menghimpun tulisan dari 14 kontributor dengan beragam latar belakang, dan diterbitkan oleh PT Salim Media Indonesia. Buku ini terdiri atas viii + 267 halaman dan menjadi ruang bersama untuk merefleksikan berbagai persoalan sosial dan lingkungan sekaligus melihat kemungkinan perubahan yang dapat dibangun melalui kolaborasi. Buku Community-Driven Social and Environmental Innovation.pdfPDF
Bini berangkat dari keyakinan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Gagasan yang dibagikan, pengalaman yang didokumentasikan, serta kepedulian terhadap persoalan di sekitar dapat menjadi bagian dari proses membangun perubahan yang lebih bermakna. Karena itu, keberagaman perspektif menjadi salah satu kekuatan utama buku ini.
Dari Tata Kelola hingga Inovasi Akar Rumput
Buku ini menghadirkan pembahasan dari berbagai level dan konteks perubahan.
Bagian awal membahas green leadership dan sustainability governance, termasuk bagaimana tata kelola tidak cukup dipahami sebagai kepatuhan administratif, tetapi perlu menjadi bagian dari transformasi organisasi menuju praktik yang lebih regeneratif. Pembahasan juga mengangkat knowing-doing gap, kesenjangan antara apa yang diketahui dan apa yang benar-benar dilakukan dalam agenda keberlanjutan.
Pembahasan kemudian bergerak ke pendekatan endogenous development, yang menempatkan pengetahuan, nilai, budaya, serta sumber daya lokal sebagai fondasi penting dalam proses pembangunan. Pendekatan ini menawarkan perspektif pembangunan yang lebih kontekstual dan berorientasi pada kapasitas masyarakat untuk menentukan serta mengelola jalur pembangunannya sendiri.
Perspektif tersebut diteruskan melalui berbagai pengalaman dan praktik. Salah satunya adalah pembahasan mengenai Kampung Berseri Astra (KBA) dan ProKlim sebagai bentuk inovasi sosial dan lingkungan berbasis komunitas. Buku juga mengangkat BOODAL 1.0, yang melihat upaya meretas persoalan sosial melalui wirausaha digital.
Pada bagian berikutnya, pembaca diajak melihat inovasi dari akar rumput melalui pengalaman di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, sekaligus merefleksikan bagaimana perubahan berkelanjutan dapat dibangun dari komunitas lokal.
Buku ini juga menghadirkan pembelajaran dari pengembangan program pertanian berbasis pendekatan budaya dan keagamaan, termasuk praktik Eco Edufarming di Desa Bandangdaja, serta pembahasan mengenai transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihasilkan dari program tersebut.
Sementara itu, bagian akhir membahas pengembangan komunitas gambut melalui integrasi pembangunan berkelanjutan oleh industri, termasuk peran berbagai pihak, tanggung jawab sosial perusahaan sebagai instrumen pemberdayaan komunitas, serta pembangunan berbasis gender melalui ekonomi kerakyatan.
Menjembatani Pengetahuan dan Aksi
Melalui buku ini, ESI ingin memperluas ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai perubahan sosial dan lingkungan. Buku ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara pengetahuan dan tindakan, antara wacana dan penerapan, serta antara keprihatinan dan harapan.
Bagi ESI, dokumentasi pengetahuan menjadi penting karena praktik-praktik perubahan di tingkat komunitas sering kali menyimpan pembelajaran yang relevan untuk konteks yang lebih luas. Dengan mendokumentasikan beragam perspektif dan pengalaman tersebut, buku ini diharapkan dapat menjadi bahan dialog bagi akademisi, praktisi, perusahaan, pemerintah, komunitas, mahasiswa, maupun siapa pun yang memiliki perhatian terhadap isu sosial, lingkungan, dan keberlanjutan.
“Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ia dapat dimulai dari gagasan, pengalaman, dan keberanian untuk berbagi pembelajaran.”
ESI mengundang publik untuk membaca dan mengeksplorasi buku Community-Driven Social and Environmental Innovation secara lebih lengkap.
Enviro Strategic Indonesia (ESI) menerbitkan buku bunga rampai berjudul Community-Driven Social and Environmental Innovation sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan gagasan, pengalaman, dan pembelajaran mengenai inovasi sosial dan lingkungan yang tumbuh dari masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
Buku yang diterbitkan pada 2025 ini menghimpun tulisan dari 14 kontributor dengan beragam latar belakang, dan diterbitkan oleh PT Salim Media Indonesia. Buku ini terdiri atas viii + 267 halaman dan menjadi ruang bersama untuk merefleksikan berbagai persoalan sosial dan lingkungan sekaligus melihat kemungkinan perubahan yang dapat dibangun melalui kolaborasi. Buku Community-Driven Social and Environmental Innovation.pdfPDF
Bini berangkat dari keyakinan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Gagasan yang dibagikan, pengalaman yang didokumentasikan, serta kepedulian terhadap persoalan di sekitar dapat menjadi bagian dari proses membangun perubahan yang lebih bermakna. Karena itu, keberagaman perspektif menjadi salah satu kekuatan utama buku ini.
Dari Tata Kelola hingga Inovasi Akar Rumput
Buku ini menghadirkan pembahasan dari berbagai level dan konteks perubahan.
Bagian awal membahas green leadership dan sustainability governance, termasuk bagaimana tata kelola tidak cukup dipahami sebagai kepatuhan administratif, tetapi perlu menjadi bagian dari transformasi organisasi menuju praktik yang lebih regeneratif. Pembahasan juga mengangkat knowing-doing gap, kesenjangan antara apa yang diketahui dan apa yang benar-benar dilakukan dalam agenda keberlanjutan.
Pembahasan kemudian bergerak ke pendekatan endogenous development, yang menempatkan pengetahuan, nilai, budaya, serta sumber daya lokal sebagai fondasi penting dalam proses pembangunan. Pendekatan ini menawarkan perspektif pembangunan yang lebih kontekstual dan berorientasi pada kapasitas masyarakat untuk menentukan serta mengelola jalur pembangunannya sendiri.
Perspektif tersebut diteruskan melalui berbagai pengalaman dan praktik. Salah satunya adalah pembahasan mengenai Kampung Berseri Astra (KBA) dan ProKlim sebagai bentuk inovasi sosial dan lingkungan berbasis komunitas. Buku juga mengangkat BOODAL 1.0, yang melihat upaya meretas persoalan sosial melalui wirausaha digital.
Pada bagian berikutnya, pembaca diajak melihat inovasi dari akar rumput melalui pengalaman di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, sekaligus merefleksikan bagaimana perubahan berkelanjutan dapat dibangun dari komunitas lokal.
Buku ini juga menghadirkan pembelajaran dari pengembangan program pertanian berbasis pendekatan budaya dan keagamaan, termasuk praktik Eco Edufarming di Desa Bandangdaja, serta pembahasan mengenai transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihasilkan dari program tersebut.
Sementara itu, bagian akhir membahas pengembangan komunitas gambut melalui integrasi pembangunan berkelanjutan oleh industri, termasuk peran berbagai pihak, tanggung jawab sosial perusahaan sebagai instrumen pemberdayaan komunitas, serta pembangunan berbasis gender melalui ekonomi kerakyatan.
Menjembatani Pengetahuan dan Aksi
Melalui buku ini, ESI ingin memperluas ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai perubahan sosial dan lingkungan. Buku ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara pengetahuan dan tindakan, antara wacana dan penerapan, serta antara keprihatinan dan harapan.
Bagi ESI, dokumentasi pengetahuan menjadi penting karena praktik-praktik perubahan di tingkat komunitas sering kali menyimpan pembelajaran yang relevan untuk konteks yang lebih luas. Dengan mendokumentasikan beragam perspektif dan pengalaman tersebut, buku ini diharapkan dapat menjadi bahan dialog bagi akademisi, praktisi, perusahaan, pemerintah, komunitas, mahasiswa, maupun siapa pun yang memiliki perhatian terhadap isu sosial, lingkungan, dan keberlanjutan.
“Perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Ia dapat dimulai dari gagasan, pengalaman, dan keberanian untuk berbagi pembelajaran.”
ESI mengundang publik untuk membaca dan mengeksplorasi buku Community-Driven Social and Environmental Innovation secara lebih lengkap.
Buku dapat diakses melalui:
bit.ly/BungaRampaiESI2025































Leave a Reply